google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dalam keterangannya, Dedie menyebut pemantauan kualitas udara dilakukan melalui dua stasiun, yaitu stasiun Leuwiliang dan IPB Command Center. Kedua titik pemantauan menjadi rujukan untuk menilai apakah kualitas udara sudah berada pada tingkat yang memungkinkan kegiatan sekolah berlangsung kembali.
Menurutnya, indikator dari kedua stasiun tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas udara yang tergolong aman untuk aktivitas belajar mengajar. Dengan demikian, kebijakan PJJ yang sebelumnya diberlakukan akibat sebaran abu vulkanik dapat dihentikan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Meski pembelajaran kembali tatap muka, Dedie tetap menekankan kesiapan sekolah harus menjadi prioritas. Ia meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik mempersiapkan sarana prasarana secara maksimal sebelum siswa kembali masuk kelas.
Fokusnya adalah memastikan fasilitas belajar bebas dari sisa abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Pembersihan lingkungan sekolah dinilai penting agar proses belajar berlangsung dalam kondisi yang lebih bersih dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.


Tidak ada komentar