google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Peserta padat karya tahun ini berasal dari beragam unsur masyarakat yang masuk dalam Desil 1. Termasuk di dalamnya para seniman jalanan dan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak pengurangan masa usia teknis.
“Para peserta juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata menambahkan, program padat karya diharapkan mampu menjadi solusi dan membantu masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan bekerja.
“Saya juga berpesan bapak ibu yang menjadi peserta padat karya bisa terus menjaga kesehatan. Mudah-mudahan Pemkot Bogor dan DPRD bisa terus bersinergi, terutama untuk anggaran padat karya ini,” kata Dadang.


Tidak ada komentar