google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Nama saya Agistika Lia Putri. Saya dari Studio Seni Indonesia yang hari ini mau berangkat ke Hungaria dan Serbia untuk misi kebudayaan,” kata Agistika.
Persiapan, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui latihan tari. Para peserta juga mempersiapkan mental, fisik, hingga berbagai kebutuhan administrasi sejak jauh-jauh hari.
“Tentunya latihan, selain latihan juga mental, fisik, terus administrasi sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari, dari tahun kemarin,” ujarnya.
Di panggung internasional, mereka akan membawakan sejumlah tarian Nusantara dari berbagai daerah, termasuk Papua dan Jawa Barat. Namun, ada satu kesenian yang secara khusus ingin mereka angkat sebagai identitas Kabupaten Bogor: Talas Bogor.
“Tentunya kita membawakan tarian Talas Bogor yang khususnya dari Bogor. Kita mau mengangkat Kabupaten Bogor untuk bisa tampil,” ujar Agistika.
Saat ditanya mengenai tarian khas Kabupaten Bogor, Agistika bersama peserta lainnya spontan menjawab, “Talas Bogor,” sambil tertawa.
Bagi mereka, perjalanan ke Hungaria dan Serbia bukan sekadar tampil di atas panggung. Misi utamanya adalah memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
“Ya tentunya membagikan kebudayaan Indonesia untuk dikenalkan di Hungaria dan juga di Serbia,” katanya.
Agistika mengaku Studio Seni Indonesia yang bermarkas di kawasan Puncak, Cisarua, sebenarnya sudah beberapa kali terlibat dalam kegiatan kebudayaan di luar negeri. Namun, bagi dirinya dan sejumlah peserta lainnya, perjalanan kali ini menjadi pengalaman pertama tampil di luar Indonesia.


Tidak ada komentar